I Do Love You

Maaf ya….
Bukannya niatku menunda, bukannya karena ketidakberanianku, bukan juga karena lemahku, tapi mau bagaimana lagi, iya kan?
Lagipula ini bukanlah sesuatu yang ingin kau dengarkan nantinya, apalagi sesuatu yang kau tunggu, jauhlah itu semua (kasihannya dirimu). Aku bisa jamin jika ini terjadi, bisa kupastikan ini yang pertama buatmu,‎ dan pastinya sesuatu yang mengagetkanmu nantinya.

Dan pada akhirnya, tak akan pernah tiba waktu dimana semua rencanaku akan berjalan sesuai niatanku. Ini juga bukan sesuatu yang bisa kulakukan dengan nekat. Bukan, bukan itu yang kukejar.

Jadi?

Kurasa cukuplah dengan detik-detik sapa dan tatap serta senyum yang kurasakan.

Aku tahu, dan aku akan selalu ingat akan hal ini, karena ini bukanlah sesuatu yang akan kuceritakan padamu, jadi biarlah kutulis dengan bebas semua isi hatiku.

Entah mulai sejak kapan, aku juga gak tahu tuh? Aku mulai mencintai sesuatu yang terlihat eksotis, kulit eksotis, mata, bibir, hahaha, aku pikir ini sesuatu yang agak aneh.

Mungkin sejalan dengan itu juga, aku juga mulai banyak admiring seseorang, dan lama-kelamaan menumpuk juga pribadi-pribadi yang sudah ter-admire olehku.

But don’t you dare judges that my love was a cheap one.

Lagipula ini cuma kegemaran saja kok, bukan cinta yang efeknya adalah ‘sakit hati’, iya gak?

Tapi rasanya lama kelamaan, ‘admiring’ tadi berubah jadi ‘love’. Aku juga jadi bingung akhirnya.

Yang awalnya kupikir cuma rambut, mata dan bibirmu yang serba eksotis itu, but that feels doesn’t last longer like what I had expects.

Mulai dari tingkahku yang agak aneh waktu itu. Celotehanku tentang dirimu. Yang tempo hari baru kusadar, temanmu sadar kalau aku ada ‘saldo’ rasa tersebut. Dan tempo hari aku juga baru sadar jika ternyata kau dengar celotehanku waktu itu, iya kan?

Aku bahagia kok, sedih juga sih. Masih ada niatanmu untuk jadi, yah bukan teman, setidaknya sekedar sapa-sapa saja.

Meskipun diawal kutulis maaf, tapi kurasa ini bukan sesuatu yang patut untuk dimaafkan, iya kan?

Jadi bukan kutunda ya?, atau bukan apapun lah itu, yang pasti ini bukan sesuatu yang seperti orang lain pikirkan. Ini semua hanya tentang pikiranku saja, hanya anganku.

Well, I know this love not spotted like what they were supposed to be, this more just like ‘which were you stand for’. This love does not meant to be real. But it just enough for me, as long as you know that ‘I do love you’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s