Hai, apakah aku sendiri?

Terkadang, satu-dua hal, yang kita rasakan, bukan hanya kita saja yang merasakannya. Karena, kesedihan menutup segalanya, termasuk untuk melihat, apakah kita hanya sendiri? Atau hal lain, yang membuat kita tidak pernah berfikir tentang rasa, diri sendiri, adalah apa yang ada didepan kita, apa yang kita kejar.

Mengejar sesuatu yang berlari? Tidak selalu berhasil didapatkan. Mengejar? Berarti meninggalkan. Salahkah? Iya mungkin. Tidak? Bisa saja. Semua tergantung pada kita, rasakan apa yang dia rasakan. Jika merasakan rasa sakit berlari, mengejar, itu biasa bukan? Harus terjadi. Lalu apa yang kita tinggalkan ketika kita berlari mengejar, apakah kita merasakannya juga? Tidak? Iya?

Jadi, ketika aku merasakan lelahnya berlari, sakitnya mengejar apa yang ada didepanku, aku sejenak berfikir, berhenti, adakah seseorang yang ternyata juga berlari menuju kearahku. Berbalik bukan berarti menyerah, berhenti bukan berarti habis, kalah. Ini hidup, pilihanku, sekarang aku berhenti, aku melihat sekelilingku, apakah aku sendiri?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s