Waktu Baik

Akan ada suatu saat nanti, dimana kita dipertemukan lagi diwaktu yang lebih baik. Karena disana ada akhir saat semua berawal, dan ada  perpisahan saat sebuah pertemuan dimulai. Aku tidak akan pernah mengerti bagaimana semesta bekerja, atau bagaimana Tuhan bekerja dengan misterius. Tapi yang kurasa adalah bahwa Tuhan bekerja melalui orang-orang yang ada disekitarku, baik yang […]

Read More Waktu Baik

Selayak Semesta

Aku mencintaimu, Seperti bunga itu menadah embun, aku ingin seperti itu. Menjadi layak, sejalan semesta. Tapi sekali lagi, untukku, jika hidup ada untuk keduakali. Aku mau mencintaimu, selayak-layaknya cinta, yang dipantaskan semesta. 170903, Kota Tapis Berseri.

Read More Selayak Semesta

20 Untuk Sebuah Karya Tuhan

Di 20 tahun umur ini, aku bisa bilang kalau rasa syukur ini lebih dari sekedar hidup yang sudah kuterima.‎ ‎Mulai tentang keputusanNya, yang lebih memilihku ketimbang saudariku. Ahh sungguh, aku tak mau mempertanyakan keputusanMu, itu anugerah. Dengan segala bentukan dan beban, yang justru sekarang indah terukir ketika sekilas kulihat kebelakang, ya, tak ingin kusanggah rencana-rencanaMu. […]

Read More 20 Untuk Sebuah Karya Tuhan

Munajat Pada Langit

Pada detik yang lalu, ada ragu bergema disudut kamar, katanya,‎ “raga-kah cintamu, demi satu paras ternistakanlah sukma suci itu”, ‎ barangkali hitam mata membutakan, atau merahnya hati mendustakan. ‎ ‎ Sungguhpun…. ‎ Aku raga butuh raga, tak sejauh langit-bumi atau air-api kudepak hasrat ini. ‎ sudut kamar membisu…. ‎ “Ahhh aku temanmu, bisik-bisik indah ditengah […]

Read More Munajat Pada Langit

Jika

Ada waktu saat aku bertanya pada hasrat mengapa tak berhenti saja dulu sejenak, untuk pastikan, kapan berhenti mencari,‎ atau untuk sejenak bertanya, apa yang kuingikan dari rintik hujan yang jatuh memeluk tanah, di senja kala, saat kurapal doa-doa yang demi…. untukmu, yang bahagianku adalah tak ada harap, karena, jika cinta adalah kesederhanaan, aku ingin jadi […]

Read More Jika

Perihal Hujan-Bumi

Ada cerita baru diawal di bulan Juni, di tetes-tetes hujan yang menyelimuti bumi, yang lalunya jatuh,dan sekarang kunikmati pelukmu lewat mata itu. Dan… sesaat tak kunikmati bumi berpialang hujan, seperti halnya biasa kulakukan,  kini aku terlena pada nikmat lain. Sesaat lalu kata hujan “Apakah rindu bertahan atau mungkin cinta tak berakhir?” Dan untuk hujan, yang […]

Read More Perihal Hujan-Bumi

Perfect Line

Aku berusaha melupakan apa yang  tak harus kulupakan. Kukenang semua mimpi, menyalinnya satu demi satu dalam ingatanku.Jika ini tentangmu, aku selalu berusaha, menghapusnya. Dan meski ini bukan, tidakkah aku ingin menyimpanya? Tidak. Karena kurasa ini semua tentangmu. Agar tiap kali itu tentangmu, biar kunikmati rasa sakitnya. Sebuah garis panjang yang terputus-putus, tetap kutulis, yang meski […]

Read More Perfect Line